Prestasi Membanggakan, Siswa MAN 2 Pekanbaru Diterima di 13 Universitas Dunia
FN Indonesia Pekanbaru – Kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri kini semakin terbuka bagi generasi muda Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh M Arief Hidayat Annas, siswa MAN 2 Pekanbaru, yang berhasil lolos di 13 universitas luar negeri.
Adapun universitas yang menerima Arief tersebar di berbagai negara, di antaranya:
• Bachelor of Urban Planning (Honours), RMIT University, Australia
• Bachelor of Planning (Pathway to Master of Urban Management and Planning), Western Sydney University, Australia
• Bachelor of Laws, Bond University, Australia
• Bachelor of International Relationship Business, University of Canterbury, Selandia Baru
• Bachelor of Laws, Swinburne University of Technology, Australia
• Bachelor of Business/Bachelor of Laws, University of Wollongong, Australia
• Bachelor of Aviation, University of Southern Queensland
• Bachelor of Business, Auckland University of Technology, Selandia Baru
• Bachelor of Business, Victoria University of Wellington, Selandia Baru
• Bachelor in Economics and Finance (Hons), Management and Science University, Malaysia
• Bachelor of Tourism (Joint Degree), Wageningen University & Research, Belanda
• Bachelor of Science, Charles Darwin University, Australia
• Bachelor of Laws, Deakin University, Australia
Arief diterima di sejumlah kampus ternama di Belanda, Selandia Baru, Malaysia, hingga Australia. Program studi yang ia pilih pun beragam, namun ia memiliki ketertarikan khusus pada bidang Urban and Regional Planning atau perencanaan wilayah dan kota.
Siswa kelahiran Pekanbaru, 3 Juli 2008 ini dikenal sebagai pelajar berprestasi. Saat ini, ia masih duduk di kelas XII dan dijadwalkan lulus pada tahun 2026.
Arief mengungkapkan, minat untuk melanjutkan studi ke luar negeri sudah muncul sejak ia duduk di kelas 10. Awalnya, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Inggris. Namun, ia menyadari bahwa persiapan yang dimilikinya saat itu masih belum maksimal.
“Karena waktu persiapan yang terbatas, saya akhirnya memilih universitas yang bisa didaftar dengan dokumen yang sudah saya miliki,” tuturnya kepada media FN Indonesia, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, alasan utama memilih kuliah di luar negeri adalah untuk mendalami bidang keilmuan yang diminatinya, yakni Urban and Regional Planning. Menurutnya, bidang tersebut masih belum berkembang optimal di Indonesia, sehingga ia ingin belajar dari negara-negara dengan sistem tata kota yang lebih maju.
“Untuk jurusan, saya lebih tertarik ke Urban Planning karena sejak kelas sebelas memang sudah suka dengan perancangan kota,” jelasnya.
Meski telah diterima di banyak universitas, Arief mengaku tetap memprioritaskan kampus yang menawarkan beasiswa. Saat ini, ia tengah menjalani proses seleksi dan assessment untuk memperoleh beasiswa penuh.
Beberapa kampus yang telah memberikan penawaran beasiswa di antaranya University of Wollongong dan Charles Darwin University dengan potongan biaya hingga 30 persen, serta RMIT University dengan pengurangan biaya sebesar 20 persen.
Namun demikian, Arief tetap menargetkan beasiswa 100 persen agar tidak membebani orang tuanya.
“Harapannya tentu bisa mendapatkan beasiswa penuh, sehingga bisa kuliah tanpa membebani orang tua,” ujarnya.
Terkait proses pendaftaran, Arief juga membagikan tips bagi pelajar lain yang ingin mengikuti jejaknya. Ia menekankan pentingnya menyiapkan dokumen sejak dini serta memilih universitas yang tidak membebankan biaya pendaftaran.
Selain itu, ia juga memilih kampus yang memperbolehkan pengumpulan sertifikat bahasa menyusul, sehingga memberikan waktu lebih untuk melengkapi persyaratan.
“Pendaftaran dilakukan melalui situs resmi masing-masing universitas. Namun, untuk beberapa negara seperti Belanda, harus melalui platform khusus seperti Studielink,” tutupnya.
Prestasi Arief menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.(F)
0 Komentar