Kadin Riau Gelar Rapimprov 2025, Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah untuk Majukan Ekonomi Daerah

Kadin Riau Gelar Rapimprov 2025, Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah untuk Majukan Ekonomi Daerah

By FN INDONESIA 19 Nov 2025, 15:05:51 WIB Ekonomi
Kadin Riau Gelar Rapimprov 2025, Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah untuk Majukan Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Foto : fn Indonesia


FN Indonesia Pekanbaru  - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2025 di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Rabu (19/11/2025). Rapimprov tahun ini mengusung tema:
“Kadin Riau Bersama Pemerintah Provinsi Riau Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Bumi Lancang Kuning.”

Tema tersebut menegaskan komitmen Kadin Riau untuk memperkuat iklim investasi, mendorong peran dunia usaha, serta mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.




Rapimprov 2025 dihadiri oleh jajaran pengurus Kadin Indonesia dan para pemangku kepentingan daerah, antara lain, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, Waketum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Widiyanto Saputro, Waketum Kadin Indonesia Bidang Keanggotaan, Ivan Iskandar Batubara, Waketum Kadin Indonesia Wilayah Sumatera I, Arsyajuliandi Rachman, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.

Selain Forkopimda Riau, Para bupati/wali kota se-Riau, Para rektor universitas, Pimpinan Perbanas Riau, Pimpinan perusahaan besar di Riau, Kepala OPD dan badan di lingkungan Pemprov Riau, Usman Sulaiman, Ketua Umum Kadin Provinsi Jambi dan Ketua asosiasi, himpunan, dan gabungan dunia usaha se-Riau

Turut hadir pula Kepala BNN Riau, perwakilan Kodam I/BB Tuanku Tambusai, Danrem, Danlanud Roesmin Nurjadin, Dirreskrimsus Polda Riau, serta jajaran anggota Kadin Riau.




Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, yang diwakili Wakil Ketua Umum Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, menegaskan bahwa Rapimprov Kadin Riau merupakan bagian dari konsolidasi nasional dalam memperkuat sinergi dunia usaha dan pemerintah.

“Tahun 2025 ini banyak program yang kita dorong untuk memperkuat hubungan antara Kadin, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh ekosistem pendukungnya,” ujar Taufan.

Ia menjelaskan bahwa Kadin Indonesia tengah memfokuskan pada empat agenda prioritas, yaitu, SPPK / MBG untuk pemberdayaan pelaku usaha. Layanan kesehatan gratis. Program rumah tidak layak huni dan hunian terjangkau serta peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia

Taufan juga mengungkapkan bahwa Kadin Indonesia akan menggelar Rembuk Kadin pada 30 November–2 Desember 2025 bertema “Kadin Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja untuk Kemandirian dan Misi Indonesia".

Ditegaskannya, seluruh program tersebut diarahkan untuk menciptakan industri baru, memperluas lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional.

“Kita ingin pekerja Indonesia semakin kompeten, berdaya saing, dan terlindungi dari praktik penempatan ilegal. Kadin berkomitmen menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Baca Lainnya :




Ketua Kadin Riau, Masuri, menegaskan bahwa Rapimprov 2025 menjadi momentum memperkuat struktur organisasi dan mempersiapkan dunia usaha menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Masuri mengumumkan bahwa Kadin Riau akan meluncurkan Kadin Institute pada awal tahun mendatang.

“Kadin Institute kita siapkan agar pelaku usaha dan generasi muda memahami dunia usaha secara lebih komprehensif. Minat peserta sangat tinggi, sudah mencapai lebih dari 900 pendaftar,” jelasnya.

Selain itu, Kadin Riau juga berencana membangun pusat pelatihan guna meningkatkan kualitas SDM, memperkuat sektor pangan, dan mendukung pengembangan industri daerah.

“Kita ingin dunia usaha di Riau semakin kuat dan mampu berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah,” ungkap Masuri.

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Riau, Helmi D, yang membuka Rapimprov Kadin Riau 2025, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah strategis bagi Kadin untuk menyusun arah kebijakan organisasi dan memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (F)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment