Kabut Asap Pekanbaru, Kasus ISPA di Puskesmas Simpang Baru Hampir 100 Pasien, 18 Kasus Sehari
FN Indonesia Pekanbaru - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Puskesmas Jalan Kamboja, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, mencatat hampir 100 pasien ISPA selama periode kabut asap.
Penanggung Jawab ISPA Puskesmas Jalan Kamboja, Mira Santia, mengatakan jumlah pasien ISPA yang datang berobat dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan.
"Selama kabut asap ini, setiap hari kami merangkum pasien ISPA hampir 10 sampai 11 orang. Hari ini hampir 100 pasien ISPA," kata Mira.
Menurutnya, peningkatan paling terlihat dalam tiga hingga empat hari terakhir. Jumlah pasien ISPA bahkan sempat mencapai 18 orang dalam satu hari, yang menjadi angka tertinggi selama periode tersebut.
"Dalam tiga atau empat hari belakang ini meningkat. Satu hari bisa 18 pasien ISPA, kemarin tingkat tertingginya 18 pasien," ujarnya.
Dari kelompok usia, kasus ISPA ditemukan hampir merata mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Namun, kelompok balita tercatat cukup menonjol dengan sekitar sembilan pasien.
Mira menyebut sebagian besar pasien yang datang mengalami gejala ISPA kategori sedang. Keluhan yang banyak ditemukan antara lain demam, batuk dan pilek.
Meski terjadi peningkatan kunjungan, hingga kini belum ada pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Kondisi pasien masih dapat ditangani di Puskesmas dengan obat-obatan dan fasilitas medis yang tersedia.
"Belum ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit karena masih bisa ditangani di Puskesmas," jelas Mira.
Selain ISPA, Puskesmas juga menemukan sejumlah keluhan kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap. Di antaranya lima kasus konjungtivitis atau gangguan pada mata, tujuh kasus penyakit kulit dan empat kasus asma.
Sementara itu, untuk kasus pneumonia, Mira memastikan hingga saat ini belum ditemukan pasien di Puskesmas tersebut.
Mengantisipasi peningkatan pasien, Puskesmas Jalan Kamboja memastikan ketersediaan obat dan fasilitas penanganan gangguan pernapasan masih mencukupi.
Mira mengatakan obat-obatan untuk pasien ISPA, termasuk antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan dan obat flu, tersedia di Puskesmas. Fasilitas untuk pasien asma seperti inhaler juga tersedia.
Bagi pasien yang mengalami sesak napas, Puskesmas memiliki unit gawat darurat (UGD) yang dilengkapi alat nebulizer untuk membantu penanganan.
"Kalau ada yang sesak, kami punya UGD. Di UGD ada alat nebulizer. Pasien nanti diberikan terapi nebulizer," katanya.
Ketersediaan tabung oksigen dan fasilitas nebulizer juga disebut masih mampu mengantisipasi kebutuhan pasien sejauh ini.
"Sejauh ini masih ter-cover, tercukupi," tutur Mira.
Puskesmas Jalan Kamboja belum membuka pelayanan selama 24 jam khusus untuk kondisi kabut asap. Namun, pelayanan telah diperpanjang hingga dua shift dan beroperasi sampai sekitar pukul 21.00 WIB.
Untuk layanan pada hari Minggu selama masa tanggap bencana kabut asap, Puskesmas tetap membuka pelayanan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Mira mengungkapkan lokasi Puskesmas yang relatif dekat dengan Rumah Sakit Madani dan layanan Public Safety Center (PSC) di Jalan Melur menjadi salah satu pertimbangan belum dibukanya layanan 24 jam.
Peningkatan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara Pekanbaru yang terdampak kabut asap. Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak dan lansia.
0 Komentar