Empat Poin Imbauan KSDA Riau, Mencegah Konflik Satwa di Sungai Batang Kuantan
FNindonesia - Konflik satwa dilindungi dengan manusia merupakan sesuatu yang tidak diinginkan semua pihak.
Berbagai strategi dan solusi terus dilakukan demi keberlangsungan kelestarian hidup satwa ditengah masyarakat.
Seperti yang terjadi baru-baru ini, seorang warga masyarakat diserang seekor buaya ketika melakukan aktivitas di sekitar Sungai Batang Kuantan.
Meski tidak menelan korban jiwa namun peristiwa itu mengakibatkan luka robek pada bagian tangan korban. Dari beberapa rangkaian kejadian konflik yang terjadi bukan kejadian pertama.
Terkait kejadian itu pula tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, turun melakukan kegiatan mitigasi interaksi negatif satwa liar buaya di Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing, Minggu, 19 Februari 2023.
Balai Besar KSDA Riau dari Resort Bukit Rimbang, Seksi Wilayah I, Bidang Wilayah I turun ke lokasi untuk berkoordinasi dengan Kades Sikakak, Andri.
Andri membenarkan atas adanya kejadian konflik tersebut dan membawa tim untuk menemui korban sekaligus meninjau lokasi.
Pada satu sisi, sungai adalah bagian dari sumber kehidupan manusia khususnya bagi masyarakat sekitar. Untuk mencegah terjadinya musibah serupa, Kepala Bidang KSDA Wil. I, Andri Hansen Siregar memberikan imbauan sebagai berikut:
1. Menghindari aktivitas di sungai pada saat satwa buaya aktif mencari mangsa (umumnya mulai jam 17.00 - 07.00 WIB).
2. Pihak Desa memasang papan informasi atau spanduk daerah rawan buaya di pinggir sungai batang kuantan sebagai peringatan.
3. Warga desa Sikakak agar tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa buaya karena merupakan satwa dilindungi.
4. Tim meminta kepada warga agar selalu berkomunikasi dengan pihak Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik satwa bisa melalui call centre di 081374742981. (BM1).
0 Komentar