Dinkes Riau Imbau JCH Siapkan Fisik Hadapi Cuaca Ekstrem Arab Saudi
Fn-Indonesia.com. Pekanbaru - Menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 50 derajat Celcius pada musim haji 2024 ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, mengimbau Jama'ah Calon Haji (JCH) asal Riau untuk mempersiapkan fisik dengan baik. Persiapan ini menjadi penting agar jamaah dapat menjalani ibadah haji dengan efektif dan nyaman.
"Persiapkan fisik dengan baik, harus rajin berolahraga, supaya daya tahan tubuh lebih kuat," ujar dr. Ibeng, sapaan akrab Sri Sadono Mulyanto, pada Minggu (5/5/2024).
Selain berolahraga rutin, jamaah haji juga disarankan untuk tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah saat cuaca panas terik di Arab Saudi. Mereka diminta untuk mengatur aktivitas dengan bijak dan tidak melakukan hal-hal berat pada saat pertama kali sampai di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah.
"Jaga asupan makanan dan minuman yang cukup. Kemudian, pilih waktu beribadah di mana suhu yang dirasakan tidak terlalu panas," kata dr. Ibeng.
Dinkes Riau juga mengimbau agar jamaah haji menghindari paparan sinar matahari langsung ke tubuh dengan menyediakan sprayer atau botol penyemprot air, serta menggunakan krim pelindung sinar UV.
Sebelum keberangkatan, para JCH Riau diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan khusus terkait makanan atau obat-obatan yang harus disiapkan selama menjalankan ibadah haji.
"Cek kesehatan dulu lah, supaya bisa dilakukan antisipasi sebelum keberangkatan," ujar dr. Ibeng.
Sementara itu, JCH asal Riau dijadwalkan akan mulai diberangkatkan pada tanggal 12 Mei 2024. Kloter pertama akan diberangkatkan dari Bandara SSK II Pekanbaru menuju embarkasi Batam, kemudian pada tanggal 13 Mei 2024, mereka akan diberangkatkan menuju Madinah.
Mulai tahun ini, seluruh JCH Riau akan diberangkatkan melalui embarkasi Haji Batam, di mana Riau berada di kloter 3 bersama Kepri dan Jambi. Keberangkatan akan dilakukan melalui jalur udara dan jalur laut, dengan rincian daerah tertentu menggunakan jalur laut, seperti Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, Siak, Meranti, dan Indragiri Hilir, sedangkan jalur udara digunakan oleh JCH dari Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Rohul, Kuansing, Inhu, Pelalawan, dan Kampar.
0 Komentar