FN Indonesia Kuansing - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau melalui Bidang Pemberantasan bersama BNNK Kuantan Singingi berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dan penyalahgunaan identitas yang mengatasnamakan institusi BNN. 

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat terkait seorang pria yang menginap di Wisma Hotel Serena, Siturajo Kari, Kabupaten Kuantan Singingi, selama kurang lebih dua minggu tanpa membayar tagihan hotel sebesar Rp15 juta. 

Kronologi bermula pada pukul 17.00 WIB, saat Kasi Intelijen BNNP Riau menerima informasi dari AKP Rudi, personel Brimob Polda Kepulauan Riau. Informasi tersebut menyebutkan adanya seorang pria yang diduga melakukan penipuan dengan alasan menunggu pencairan dana dari kantor. 

Kecurigaan muncul dari pemilik hotel, Ibu Ema, yang menyebut pria tersebut kerap mengaku sebagai anggota BNNP Riau kepada karyawan hotel. Merasa ada kejanggalan, ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada adiknya, AKP Rudi. 

Menindaklanjuti laporan itu, Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Christ Reinhard Pusung melalui Kabid Pemberantasan dan Intelejen BNNP Riau

Dr. Ali Machfud, langsung memerintahkan BNNK Kuantan Singingi untuk melakukan penyelidikan. 

"Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengamankan seorang pria bernama WS Alias Wawan (46), wiraswasta, warga Batu Rijal, Kabupaten Indragiri Hulu. Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa kartu identitas palsu yang mengatasnamakan BNN, Polri hingga BIN, serta berbagai dokumen dan barang pribadi lainnya," jelas Kabid Pemberantasan dan Intelejen BNNP Riau. 

Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya satu KTA BNNP Riau, satu ID Card BNNP Riau, satu lencana BNN, satu KTA Polri, satu kartu anggota BIN, tas, dompet, serta beberapa kartu ATM dan dokumen lainnya. 

Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Satreskrim Polres Kuantan Singingi untuk proses hukum lebih lanjut. "Berdasarkan hasil koordinasi, diketahui bahwa pelaku juga merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus penipuan dan kemudian dijemput oleh anggota Polda Riau," tandasnya. 

Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat atau petugas instansi tertentu tanpa identitas resmi yang dapat diverifikasi. 

“Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal mencurigakan,” tambahnya. (F)