Usai Bangunan Tangsi Belanda Ambruk, Pemkab Siak Lakukan Penutupan Sementara Cagar Budaya
FN Indonesia Siak – Insiden runtuhnya lantai dua bangunan bersejarah Tangsi Belanda membuat Pemerintah Kabupaten Siak mengambil langkah cepat dengan menutup sementara sejumlah objek cagar budaya. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan demi menjamin keselamatan pengunjung, khususnya wisatawan dan pelajar.
Penutupan sementara tersebut mencakup beberapa destinasi utama, antara lain Istana Siak, Balai Kerapatan Adat, serta bangunan Tangsi Belanda. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Siak, Syafrizal, pasca kejadian yang berlangsung pada Sabtu (31/1/2026).
“Untuk sementara, lantai dua di lokasi kejadian, Balai Kerapatan Tinggi, termasuk Istana Siak, kami tutup untuk umum hingga dilakukan evaluasi lebih lanjut,” tegas Syafrizal.
Ia menjelaskan, penutupan ini bersifat sementara dan menjadi langkah antisipatif agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Pemerintah Kabupaten Siak juga berencana menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) guna melakukan audit struktur secara menyeluruh terhadap bangunan-bangunan bersejarah tersebut.
Audit tersebut bertujuan untuk menilai kondisi fisik dan kelayakan bangunan dalam menerima kunjungan wisata di masa mendatang, sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan publik.
Seperti diketahui, insiden terjadi di bangunan peninggalan kolonial Belanda, Tangsi Belanda, yang terletak di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura. Lantai dua bangunan itu mendadak runtuh saat dikunjungi rombongan siswa SD IT Baitul Ridho, Kecamatan Lubuk Dalam, dalam agenda study tour.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu, rombongan yang terdiri dari 55 murid kelas 5 dan 6 serta 13 orang majelis guru tengah mengikuti tur sejarah di kompleks bangunan kolonial, didampingi seorang pemandu.
Petaka terjadi ketika rombongan memasuki salah satu ruangan di lantai dua. Diduga kuat, kondisi kayu bangunan yang sudah lapuk serta beban pengunjung yang melebihi kapasitas menyebabkan lantai papan tersebut jebol.
Akibatnya, para korban terjatuh ke lantai dasar dari ketinggian sekitar empat meter. Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang siswa dan satu orang guru mengalami luka-luka.

Jenis luka yang dialami para korban bervariasi, mulai dari memar, nyeri pada bagian tulang belakang, hingga luka robek serius di bagian kepala dan wajah. Seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pemerintah daerah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kawasan cagar budaya di Siak tetap dapat difungsikan sebagai sarana edukasi sejarah tanpa mengabaikan aspek keselamatan. (GUI)
0 Komentar