FN Indonesia Pekanbaru - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar guna memastikan kebutuhan energi masyarakat di Provinsi Riau tetap terpenuhi. 

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa kepadatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Pekanbaru dan Kabupaten Kampar dipengaruhi oleh karakteristik konsumen yang didominasi kendaraan bermuatan besar, seperti truk angkutan barang, bus, dan dump truck. 

Menurutnya, proses pengisian BBM pada kendaraan jenis tersebut umumnya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kendaraan lainnya, sehingga berdampak pada panjangnya antrean pada jam-jam tertentu. 

Selain itu, secara geografis Riau merupakan salah satu jalur lintas strategis di Pulau Sumatera yang dilalui kendaraan logistik antardaerah. Tingginya mobilitas kendaraan angkutan barang yang melintas dan melakukan pengisian BBM di SPBU wilayah Riau turut memengaruhi dinamika konsumsi Biosolar. 

Meski demikian, Pertamina memastikan distribusi BBM subsidi terus dilakukan secara optimal dan berkala untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. 

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk meningkatkan pengaturan antrean kendaraan, termasuk melalui penerapan sistem marshalling serta pengawasan penyaluran BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku. 

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban pelayanan, keselamatan konsumen, serta memastikan distribusi BBM subsidi berjalan tepat sasaran,” tutur Fahrougi, Senin 15 Juni 2026. 

Dalam upaya memperkuat pengawasan, Pertamina memanfaatkan sistem digitalisasi SPBU, pemantauan CCTV secara daring, serta analisis transaksi guna memastikan penyaluran BBM subsidi berlangsung sesuai aturan yang berlaku. 

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan turut berpartisipasi dalam pengawasan penyaluran BBM subsidi. Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelanggaran dalam distribusi BBM subsidi, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135 agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.