FNindonesia - Tim Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau bersama instansi terkait melakukan pemasangan camera trap terkait konflik Harimau Sumatera dengan manusia di Kabupaten Pelalawan, Riau. Tindakan ini dilakukan guna memantau individu sang predator.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan melalui keterangan tertulis yang diterima FNindonesia, tim masih melakukan patroli disekitar lokasi.

Untuk menghindari konflik serupa, masyarakat atau pekerja sekitar lokasi diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas sendirian atau kelompok dalam jumlah sedikit.

Diberitakan sebelumny, seekor Harimau Sumatera menyerang perempuan berusia, 44 tahun, Jumat, 19 Agustus 2022, sekitar pukul 19.30 WIB. Korban dilaporkan meninggal dunia akibat serangan satwa di lokasi kejadian.

Hasil visum, terdapat sejumlah luka di sekujur tubuh korban. Terkait peristiwa yang terjadi, tim KSDA juga telah memintai keterangan sejumlah saksi-saksi yang mengetahui bagaimana kejadian tersebut. (**).