Sinergi BNNK Pekanbaru dan Ajendam Kodam Tuanku Tambusai, Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba
FN Indonesia Pekanbaru - Komitmen membangun lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui sinergi lintas institusi.
BNN Kota Pekanbaru bersama Ajendam Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar sosialisasi bahaya narkoba sekaligus pemeriksaan urine bagi personel Ajendam, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Majendam Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Jalan Mayor Ali Rasyid, Pekanbaru, dimulai Pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB dan diikuti sekitar 40 peserta.
Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H., hadir memberikan pemahaman mengenai ancaman narkotika yang terus berkembang, termasuk perubahan pola peredaran termasuk munculnya zat psikoaktif baru.
Dalam paparannya, Wawan membahas berbagai aspek persoalan narkoba, mulai dari pengertian dan penggolongan narkotika, zat adiktif, jenis narkoba yang sering disalahgunakan, perkembangan isu narkoba secara global, hingga pola dan modus operandi peredaran gelap narkotika.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap ancaman New Psychoactive Substances (NPS), penyalahgunaan rokok elektrik atau vape, serta penggunaan zat tertentu dalam liquid vape, termasuk etomidate.
Menurut mantan Wakapolres Kepulauan Meranti tersebut, perkembangan modus penyalahgunaan narkoba membutuhkan kewaspadaan bersama.
Ancaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan peredaran narkotika konvensional, tetapi juga menyentuh berbagai kelompok masyarakat dan memanfaatkan perkembangan teknologi serta perubahan pola konsumsi.
Materi sosialisasi juga mengulas dampak penyalahgunaan narkoba dari perspektif hukum, medis dan agama. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai faktor yang dapat mendorong seseorang menyalahgunakan narkotika, pola penyalahgunaan, dampaknya terhadap sistem saraf pusat, hingga pentingnya rehabilitasi bagi pecandu.
Selain aspek pencegahan, dijelaskan pula ketentuan pidana berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta penerapannya dalam konteks hukum pidana nasional.
BNNK Pekanbaru juga memperkenalkan pendekatan penanganan penyalahgunaan narkoba, baik melalui pendekatan compulsory maupun voluntary, sebagai bagian dari upaya penanganan permasalahan narkotika secara komprehensif.
Usai sosialisasi dan sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap 20 personel Ajendam Kodam XIX/Tuanku Tambusai.
Pemeriksaan menggunakan alat tes tujuh parameter yang mendeteksi amphetamine, methamphetamine, morphine, THC/marijuana, cocaine, benzodiazepine, dan carisoprodol.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Ajendam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel CAJ Irfan Ilhamsyah, S.E., M.Han, Wakil Kepala Ajendam XIX/Tuanku Tambusai Letkol CAJ Eko Purwadi W., A.Md, Kasubbag Umum BNNK Pekanbaru Juliandri Eka Prawira, S.H., M.H.
Sinergi BNNK Pekanbaru dan Ajendam Kodam XIX/Tuanku Tambusai ini merupakan bagian dari program kerja bersama dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan Kodam XIX/Tuanku Tambusai.
0 Komentar