- Datangi TKP Kasus Gajah Tewas Mengenaskan, Kapolda Riau Janji Tindak Tegas Pelaku Perburuan
- Buka Kejuaraan Motocross di Kandis, Kapolres Siak Tekankan Sportivitas dan Keselamatan
- Kasus Penganiayaan Massal di Desa Sinama Nenek, 9 Orang Ditangkap Polisi
- Berikan Suntikan Semangat, Kapolsek Kandis Tinjau Langsung Kesiapan Pembalap di Paddock
- Pastikan Keamanan Event, Kapolsek Kandis Pimpin Apel Kesiapan Kejuaraan Motocross Tropy Kapolres Siak
- Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Pengamanan Obvitnas dan Jalur Pipa di Fuel Terminal Medan
- Enam Pewarta Foto Dinyatakan Kompeten dalam UKW yang Digelar LKBN ANTARA
- Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung
- Gajah Sumatra Ditemukan Tewas di Hutan Ukui, Polda Riau Pastikan Korban Perburuan Liar
- Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Forkopimda Rohil Gelar Apel dan Gotong Royong Gerakan Rokan Hilir Asri
Penutupan Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Tegaskan Energi Terus Mengalir

Keterangan Gambar : Foto : dok Istimewa
FN Indonesia Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan penutupan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026.
Penutupan Satgas ini menjadi momentum evaluasi atas pengamanan pasokan energi selama periode meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
Selama pelaksanaan Satgas, penyaluran BBM dan LPG di wilayah Sumbagut secara umum berjalan aman dan terkendali. Secara regional, realisasi penyaluran BBM jenis Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,1 persen, sementara penyaluran Avtur mengalami peningkatan hingga 17 persen dibandingkan rerata normal, seiring meningkatnya aktivitas transportasi darat dan udara.
Dari sisi ketahanan stok, hingga pertengahan Januari 2026, kondisi BBM dan LPG di wilayah Sumbagut berada dalam status aman dengan coverage days berkisar antara 6,2 hingga 36 hari.
Dinamika konsumsi energi selama Satgas menunjukkan variasi di masing-masing provinsi. Provinsi Riau mencatat peningkatan konsumsi Gasoline paling menonjol di wilayah Sumbagut, yakni sekitar 5,8 persen, sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur. Konsumsi LPG di provinsi ini juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 1,9 persen.
Di Provinsi Sumatera Utara, konsumsi Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,2 persen, disertai kenaikan konsumsi LPG sekitar 2,2 persen, yang menjadi peningkatan LPG tertinggi di wilayah Sumbagut. Kenaikan ini mencerminkan aktivitas rumah tangga dan pergerakan masyarakat yang tetap tinggi selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, di Kepulauan Riau, konsumsi Gasoline menunjukkan pertumbuhan sekitar 2,0 persen dengan distribusi LPG yang relatif stabil dan terkendali, didukung oleh penguatan distribusi energi di wilayah kepulauan.
Untuk Provinsi Sumatera Barat, distribusi BBM dan LPG selama pelaksanaan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tetap berjalan stabil dan terkendali. Berdasarkan hasil evaluasi, konsumsi Gasoline di Sumatera Barat tercatat meningkat sekitar 0,2 persen, sementara konsumsi LPG mengalami kenaikan sekitar 1,2 persen dibandingkan rerata normal. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika libur akhir tahun.
Baca Lainnya :
- Polisi Gagalkan Penempatan Ilegal 26 Pekerja Migran ke Malaysia, Tiga Terduga Pelaku Diamankan0
- Polda Riau Gandeng Rocky Gerung Bangun Kesadaran Ekologi Generasi Z di Youth Green Policing Eco Academy0
- Youth Green Policing Eco Academy, Kapolda Riau Ajak Gen Z Jadi Garda Terdepan Penyelamat Lingkungan0
- Strategi Green Policing Irjen Herry Heryawan: Menghapus Stigma Asap, Mewujudkan Riau Hijau0
- Jambore IOF Riau 2025 Digelar di Tahura Minas, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Lingkungan0
Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga memastikan kelancaran distribusi energi di Sumatera Barat meskipun terdapat tantangan kebencanaan di sejumlah wilayah, melalui penguatan pengawasan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat.
Adapun di Provinsi Aceh, konsumsi energi menunjukkan dinamika yang lebih terkendali. Konsumsi Gasoline relatif stabil, sementara konsumsi LPG tercatat sekitar -7,6 persen, sejalan dengan kondisi kebencanaan dan pengendalian distribusi di wilayah terdampak. Meski demikian, pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga dan layanan publik dapat terus berjalan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan selama pelaksanaan Satgas.
“Berakhirnya Satgas Natal dan Tahun Baru 2025/2026 merupakan hasil sinergi yang solid antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat, serta seluruh mitra kerja. Meskipun dinamika konsumsi di tiap provinsi berbeda, secara keseluruhan pasokan BBM dan LPG di wilayah Sumbagut dapat kami jaga tetap aman dan andal,” ucap Sunardi.
Sementara itu, Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Basuki Santoso, menegaskan bahwa berakhirnya Satgas tidak mengurangi intensitas pengawasan distribusi energi.
“Pasca penutupan Satgas, pengawasan distribusi tetap kami lanjutkan dalam pola operasi normal. Evaluasi selama Satgas menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan penyaluran BBM dan LPG, termasuk dalam menghadapi dinamika konsumsi dan kondisi cuaca ke depan,” tandas Basuki.

Dengan berakhirnya Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan dan kualitas layanan energi, serta memastikan energi tetap mengalir bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Bagian Utara. (***)











