Kapolda Riau dan Rocky Gerung Kompak Turun ke Lapangan Padamkan Karhutla di Dumai
FN Indonesia Dumai – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai terus menunjukkan perkembangan positif. Herry Heryawan bersama Rocky Gerung turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal.
Kunjungan tersebut difokuskan di Kecamatan Dumai Timur, salah satu wilayah yang masih menjadi titik perhatian dalam upaya pengendalian karhutla. Kapolda hadir bersama Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, didampingi unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga relawan yang terlibat aktif dalam pemadaman.
Dalam peninjauan itu, rombongan bahkan mendatangi langsung lokasi titik api dan ikut terlibat dalam proses pemadaman bersama tim gabungan. Langkah ini dilakukan guna melihat secara nyata kondisi di lapangan sekaligus memastikan koordinasi berjalan efektif.
Berdasarkan data terbaru, terdapat 11 titik panas (hotspot) di wilayah Dumai, masing-masing 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai dengan kategori sedang. Sementara luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 87,25 hektare.
Meski masih ditemukan sejumlah titik api, kondisi keseluruhan dinilai mulai terkendali. Jumlah hotspot yang sebelumnya mencapai puluhan kini berangsur menurun berkat upaya terpadu lintas sektor.
Kapolda Riau menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari pengawasan langsung agar penanganan berjalan maksimal dan terkoordinasi.
Ia menyebut, penurunan jumlah titik api tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, masyarakat peduli api, relawan, hingga dukungan perusahaan swasta.
Menurutnya, kunci utama dalam pengendalian karhutla adalah kolaborasi yang solid dan respons cepat terhadap setiap kendala di lapangan, baik dari sisi peralatan, dukungan water bombing, maupun opsi modifikasi cuaca.
Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun.
Sementara itu, Rocky Gerung menilai langkah cepat aparat dalam menangani karhutla menjadi upaya penting untuk memutus pola kebakaran tahunan yang kerap terjadi di Riau.
Ia menyoroti bahwa potensi panas akibat fenomena El Niño dalam beberapa waktu ke depan dapat memperburuk kondisi, sehingga diperlukan kesiapsiagaan lebih dini.
Rocky menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan teknologi seperti water bombing atau rekayasa cuaca, tetapi juga harus diimbangi dengan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga kalangan akademisi, menjadi kunci agar kebakaran tidak terus berulang setiap tahun.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa pengendalian karhutla di Riau merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan kebakaran dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas. (***)
0 Komentar