FN Indonesia Pekanbaru - Suasana arus mudik H-2 Idul Fitri di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II terlihat semakin padat. Para calon penumpang mulai memadati area keberangkatan, khususnya di ruang check-in. 

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang penumpang yang hendak melakukan proses check-in. Lonjakan jumlah pemudik ini terjadi seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri, dengan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa. 

Sejumlah penumpang mengaku harus menghadapi kenaikan harga tiket pesawat pada musim mudik tahun ini. Salah seorang pemudik, Aya, mengatakan harga tiket mengalami kenaikan sekitar Rp200 ribu dan harus dipesan jauh hari. 

Untuk rute Pekanbaru–Medan, Aya mengaku membeli tiket seharga Rp900 ribu. Namun, menjelang Lebaran, harga tiket dapat melonjak hingga mencapai Rp2 juta dan semakin sulit didapatkan. 

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, menjelaskan peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terjadi sejak 14 Maret 2026. Saat itu, jumlah penumpang mencapai sekitar 12 ribu orang per hari, atau naik sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Ia menambahkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua hari terakhir, dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 14 ribu orang per hari. 

Berdasarkan data terbaru pada Rabu, 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 12.756 pergerakan penumpang, atau turun 6 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara itu, pergerakan pesawat mencapai 82 flight, turun 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Untuk Kamis, 19 Maret 2026, jumlah penumpang diprediksi mencapai 12.531 orang dengan 78 pergerakan pesawat. 

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah menambah penerbangan atau extra flight ke sejumlah tujuan favorit, seperti Cengkareng, Yogyakarta, Batam, dan Medan. Keempat kota ini menjadi tujuan utama para pemudik dari Pekanbaru. 

Pihak bandara memastikan pelayanan dan operasional tetap berjalan optimal demi menjaga kenyamanan dan kelancaran arus mudik melalui jalur udara. (F)