Disambut Tanjak Melayu, Komjen Chryshnanda Bersama Kapolda Riau Tanam Pohon Dukung Green Policing
FN Indonesia Pekanbaru - Program Green Policing yang digagas Polda Riau kembali mendapat perhatian dari jajaran Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Bersama sejumlah pejabat utama Lemdiklat Polri, Polda Riau mulai menyiapkan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Pusat Studi Lingkungan di Mapolda Riau, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu kehormatan menggunakan tanjak khas Melayu, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Kepolisian Utama TK I STIK, Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si, Anjak Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Barito Mulyo Ratmono, S.H., S.I.K., M.Si, Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., serta para Pejabat Utama Polda Riau.
Dalam kesempatan itu, Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana mengatakan pihaknya bersama Polda Riau tengah mempersiapkan pembentukan pusat studi yang akan menjadi wadah pengembangan ilmu kepolisian sekaligus kepedulian terhadap lingkungan hidup.
"Ya, kami bersama Polda Riau dari Pusat Studi Kepolisian melihat bahwa Pak Kapolda memiliki program Green Policing yang merupakan upaya pelestarian, perawatan, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan. Mau tidak mau, lingkungan ini harus kita rawat karena di sinilah tempat kita hidup, dan nilai-nilai itu juga harus diwariskan kepada generasi muda," ujar Chryshnanda.
Menurutnya, Green Policing bukan sekadar program penghijauan, tetapi merupakan bagian dari pengembangan ilmu kepolisian yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan.
"Green Policing juga merupakan bagian dari studi kepolisian. Karena itu kami hadir ke sini untuk membangun kegiatan bersama kalangan akademisi, para pakar, dan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Polisi pada hakikatnya hadir untuk kemanusiaan, menjaga ketertiban sosial, dan membangun peradaban," katanya.
Ia menilai konsep Green Policing yang dijalankan Polda Riau juga memiliki dimensi seni dalam membangun hubungan antara manusia dan lingkungan.
"Saya melihat Green Policing juga merupakan suatu seni atau Art Policing. Bagaimana memanusiakan manusia melalui kepedulian dan perawatan terhadap lingkungan, sehingga tumbuh rasa cinta sekaligus kebanggaan terhadap lingkungan tempat kita hidup," jelasnya.
Chryshnanda juga memberikan apresiasi terhadap penyambutan dengan budaya Melayu melalui pemasangan tanjak serta tradisi penanaman pohon yang terus digalakkan Polda Riau.
"Tadi kami disambut dengan pemakaian tanjak dan dilanjutkan penanaman pohon. Saya sampaikan kepada Pak Kapolda bahwa Green Policing juga berarti merawat keberagaman. Dari Riau, kita bisa menghadirkan inspirasi dan motivasi untuk menumbuhkan patriotisme. Sebagai anak bangsa, kita harus mencintai dan bangga menjadi bangsa Indonesia," tuturnya.
Pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Pusat Studi Lingkungan di Polda Riau diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara institusi kepolisian, akademisi, pakar, serta berbagai elemen masyarakat dalam mengembangkan konsep kepolisian modern yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pelestarian lingkungan, penguatan nilai kemanusiaan, dan pembangunan peradaban melalui pendekatan Green Policing.
0 Komentar