- Owa Siamang Dijual Rp10 Juta, Polisi Ungkap Jaringan Satwa Dilindungi di Riau
- Polresta Pekanbaru Ungkap Enam Perkara Viral, dari Geng Motor hingga Satwa Dilindungi
- Pesta Narkoba di Baliview Pekanbaru Digerebek, Polisi Amankan Tujuh Orang dan Sejumlah Barang Bukti
- Penerimaan Pajak Riau Capai Rp15,81 Triliun, DJP Apresiasi Sinergi Pemangku Kepentingan
- Terbukti Langgar Kode Etik, Polda Riau Jatuhkan Sanksi PTDH kepada Aipda BS
- Kasus TNTN, Polda Riau Jerat 9 Orang atas Pengrusakan dan Perambahan Kawasan Konservasi
- Terima Tantangan Tanam Pohon, Siswa SMA Raih SIM Gratis dari Kapolda Riau
- Oknum Polisi di Bengkalis Diduga Pesta Narkoba, Kombes Pandra: Proses Hukum Berjalan Tegas
- Kabid Humas Polda Riau Kombes Pandra Temu Ramah dengan Insan Pers, Perkuat Sinergi Informasi
- Polres Kampar Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Perkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polresta Pekanbaru Berhasil Ungkap Sindikat Kasus Penipuan Online, WNA Nigeria Diamankan

Keterangan Gambar : Polresta Pekanbaru Berhasil Ungkap Sindikat Kasus Penipuan Online, WNA Nigeria dan 2 Pelaku Wanita Muda Diamankan/FNindonesia FOTO : FERDIAN ERIANDY
FN Indonesia Pekanbaru - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan berbasis elektronik yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah.
Dalam pengungkapan ini, seorang warga negara Nigeria berinisial VI alias Nnaji alias Acolink telah diamankan sebagai tersangka.

Baca Lainnya :
- Terima Kunjungan Silaturahmi FKPMR, Ini Pesan Kapolda Riau Irjen M Iqbal0
- Pangdam I/BB Mayjen Rio Firdianto Kunjungi Makorem 031/Wira Bima Pekanbaru0
- Wakapolda Riau Pimpin Rapat Analisis dan Evaluasi Ketahanan Pangan di Polda Riau0
- Kapolda Riau Irjen Iqbal Sambut Kedatangan Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto0
- Kapolda Riau Puji Kapolres Bengkalis yang Berhasil Ungkap Kasus Narkotika Internasional0
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra mengungkapkan, kasus ini bermula dari perkenalan korban, DF (44), dengan pelaku melalui media sosial Facebook. Pelaku mengaku berasal dari Amerika Serikat dan menjanjikan sejumlah uang kepada korban.
"Pelaku menjanjikan korban hadiah uang sebesar 30.000 dolar AS yang akan dikirim melalui ATM, Namun, korban diminta mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu agar ATM tersebut bisa lolos" tutur kasat Reskrim.
Selanjutnya, pelaku mengirimkan informasi bahwa korban harus mentransfer sejumlah uang untuk bisa menerima kiriman tersebut. Korban pun mentransfer uang senilai Rp 365 juta ke rekening atas nama Anggi Ayu Putri.
Setelah menerima laporan dari korban, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat, yakni Putri Indah Sari dan Dina Asih.
Dari hasil interogasi, terungkap bahwa dana hasil penipuan tersebut dikirimkan kepada seorang warga negara Nigeria yang berdomisili di Bali, yakni VI alias Nnaji.
Pada 12 Februari 2025, tim Polresta Pekanbaru berangkat ke Bali dan bekerja sama dengan Polres Gianyar untuk mengamankan tersangka di sebuah kontrakan di Jalan Raya Mambal, Kabupaten Gianyar, Bali.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni, buku tabungan Bank BCA atas nama Dina Asih, paspor atas nama Valentine Iheanacho, satu unit sepeda motor Yamaha Gear warna merah-hitam, dan dua unit ponsel (iPhone 13 dan Oppo)
Saat ini, polisi masih memburu seorang tersangka lainnya yang diduga sebagai dalang utama dalam kasus ini, yakni seorang warga negara Nigeria berinisial A. Tersangka A diduga merupakan bos dari DA dan bekerja sama dengan VI dalam melakukan penipuan daring.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini dan melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya.
“Kami telah mengamankan pelaku utama dan masih memburu tersangka lainnya yang terlibat dalam jaringan kejahatan ini,” ujarnya.
Selanjutnya, untuk para pelaku, di bawa Mapolresta Pekanbaru untuk proses lebih lanjut. Lalu melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang masih buron.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya dan tidak mudah percaya dengan iming-iming hadiah atau transfer uang dari orang yang belum dikenal. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami kejadian serupa.
Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan.(***)











