Manggala Agni Terus Berjibaku Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Rokan Hilir, Proses Pendinginan Berlanjut
FN Indonesia Rohil - Tim Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama personel gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Pulau Serdang, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir. Memasuki hari kedua operasi, sekitar dua hektare lahan berhasil dipadamkan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar tujuh hektare. Hingga Sabtu (11/7/2026), tim berhasil memadamkan sekitar dua hektare, sementara proses penanganan terus dilakukan di lokasi.
"Berdasarkan pemantauan di lapangan, api sudah tidak terlihat atau nihil. Namun, masih terdapat asap pada sejumlah titik sehingga proses pendinginan dan pemadaman lanjutan terus dilakukan," tutur Ferdian, Minggu 12 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan vegetasi berupa ilalang, semak belukar, dan kelapa sawit. Area yang terbakar merupakan lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah permukaan dan permukaan, sehingga memerlukan penanganan lebih intensif untuk memastikan bara api benar-benar padam.
Operasi pemadaman melibatkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama personel TNI, Polri, Satpol PP Kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga sekitar.
Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan dua unit pompa Mini Striker, satu unit kendaraan Hilux, dua sepeda motor operasional, serta drone Mavic 3 Pro untuk memantau kondisi kebakaran dari udara.
Ferdian menjelaskan, setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman dan penyekatan di sekeliling area terbakar guna mencegah api merambat ke lahan yang masih memiliki bahan bakar. Sumber air untuk pemadaman diperoleh dari dua parit yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Meski kondisi cuaca sepanjang hari didominasi cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 11 kilometer per jam, petugas masih menemukan kepulan asap di sejumlah titik akibat banyaknya material organik yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah.
"Fokus kami saat ini adalah memastikan bara api benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran kembali, mengingat karakteristik lahan gambut yang sangat rentan mengalami kebakaran berulang," kata Ferdian.
Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan proses pemadaman dan pendinginan akan terus dilanjutkan hingga seluruh area dinyatakan aman.
0 Komentar