FN Indonesia Pekanbaru - Sejumlah mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Riau, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan berbagai kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat. 

Massa aksi yang datang dengan membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan itu menyoroti sejumlah isu nasional, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Dalam orasinya, para mahasiswa menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis agar anggaran negara dapat digunakan secara lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. 

Mereka juga menyoroti alokasi anggaran pendidikan yang menurut mereka harus tetap menjadi prioritas. Mahasiswa menyampaikan kekhawatiran terhadap kebijakan yang dianggap berpotensi mengurangi fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. 

Selain isu pendidikan, demonstran turut meminta evaluasi terhadap Program Koperasi Merah Putih. Menurut mereka, program tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah. 

Di sela-sela aksi, massa secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara. Seruan “Reformasi” beberapa kali menggema sebagai simbol kritik terhadap kebijakan yang dinilai belum menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. 

Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian dan personel Satpol PP. Petugas tampak berjaga di sejumlah titik di sekitar gedung DPRD Riau guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman dan kondusif. 

Hingga aksi berlangsung, mahasiswa mengaku belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan anggota DPRD Riau. Mereka berharap wakil rakyat dapat segera menemui massa dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan. 

Para demonstran menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Mereka berharap kritik dan masukan yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah maupun legislatif dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan publik.