Gotong Royong Bangun Negeri, Polda Riau Rampungkan 40 Jembatan Desa Merah Putih Tahap II
FN Indonesia Kampar - Polda Riau terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan akses transportasi yang aman dan layak bagi masyarakat pedesaan melalui Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Tahap II. Hingga Jumat 15 Mei 2026, sebanyak 40 jembatan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah selesai dibangun dan sudah dimanfaatkan masyarakat, 37 masih tahap Pembangunan.
Program kemanusiaan tersebut melibatkan 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau. Kehadiran program ini menjadi bukti nyata kepedulian Polri dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi warga, hingga mendukung akses pendidikan anak-anak di pedesaan.
Puluhan jembatan yang telah rampung tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Siak, Kota Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan hingga Kuantan Singingi. Sebelumnya, banyak jembatan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah, membahayakan keselamatan warga dan menghambat mobilitas masyarakat.
Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto mengatakan, salah satu jembatan yang telah selesai dibangun yakni Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan sarana transportasi vital bagi masyarakat setempat. Sebelum direnovasi, kondisi jembatan sempat roboh dan tidak dapat dilalui kendaraan, bahkan membahayakan pejalan kaki, khususnya anak-anak sekolah.
“Pembangunan jembatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, hingga media dalam konsep pentahelix. Aspirasi pembangunan juga berasal dari masyarakat melalui Bhabinkamtibmas, kemudian diteruskan ke Kapolres hingga ditindaklanjuti Kapolda Riau,” ucap Ino Harianto.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa menjelaskan, program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di jajaran Polda Riau ditargetkan mencapai 110 jembatan.
Dari jumlah tersebut, pembangunan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 27 jembatan telah diresmikan langsung oleh Kapolri, sedangkan tahap kedua mencakup pembangunan 83 jembatan, termasuk Jembatan Desa Empat Balai di Kecamatan Kuok.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polri, masyarakat, dan berbagai instansi terkait demi menghadirkan infrastruktur yang aman dan bermanfaat bagi warga pedesaan.
Tidak hanya fokus pada jembatan yang telah rampung, saat ini Satgas juga masih melanjutkan pembangunan 37 jembatan lainnya yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Riau.
Beberapa proyek yang masih dalam tahap pengerjaan berada di Kota Dumai, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Indragiri Hulu, Pelalawan, Pekanbaru hingga Indragiri Hilir.
Selain 40 jembatan yang telah selesai dan 37 jembatan yang masih dalam proses pembangunan, Polda Riau juga mencatat terdapat enam jembatan lain yang saat ini memasuki tahap persiapan pembangunan.
Program pembangunan dan renovasi jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.
"Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat, Polda Riau berharap pembangunan jembatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keselamatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi warga di berbagai daerah terpencil di Provinsi Riau," pungkasnya.
Dalam peninjauan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok, turut hadir Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Kombes Pol Anom, serta Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan yang dinilai sangat membantu masyarakat.
Ia berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan manfaat besar bagi aktivitas masyarakat, memperlancar akses anak-anak menuju sekolah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga desa.
“Semoga jembatan ini benar-benar menjadi akses yang bermanfaat bagi masyarakat, mempermudah mobilitas warga, mendukung anak-anak sekolah, dan memperlancar roda perekonomian masyarakat desa,” tandas Boby.
0 Komentar