Diduga Kurang Pengawasan, 20 PMI Ilegal Kabur dari Shelter Dumai
FN Indonesia Pekanbaru - Upaya pencegahan pengiriman pekerja migran ilegal di Kota Dumai menyisakan persoalan baru. Puluhan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya diamankan aparat, dilaporkan melarikan diri dari shelter penampungan milik pemerintah setempat.
Kepala BP3MI, Fanny Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula dari pengungkapan kasus oleh jajaran Polres Dumai pada 18 April 2026 lalu. Saat itu, aparat berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan ilegal menuju Malaysia di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, tepatnya di kawasan perkebunan.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 63 orang, terdiri dari 56 WNI yang diduga calon PMI ilegal serta 7 warga negara asing asal Bangladesh. Mereka ditemukan saat hendak diberangkatkan secara non-prosedural.
“Setelah diamankan, seluruhnya dibawa ke Polsek untuk proses pendataan awal. Sesuai prosedur, para WNI kemudian diserahkan kepada BP3MI dan pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Fanny.
Namun, dari total tersebut, hanya 50 orang yang akhirnya diterima di shelter BP3MI di Dumai. Enam orang dilaporkan telah lebih dulu melarikan diri saat masih dalam penanganan di tingkat kepolisian.
Selanjutnya, dalam proses pendataan dan pembinaan di shelter, kembali terjadi insiden kaburnya puluhan PMI. Fany menyebut, sekitar 20 orang melarikan diri saat masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan.
Menurutnya, kondisi shelter yang bersifat terbuka dan pendekatan humanis menjadi salah satu faktor. BP3MI tidak menerapkan pengamanan ketat layaknya tempat penahanan, melainkan mengedepankan perlindungan dan pembinaan bagi para korban.
“Kami memperlakukan mereka sebagai korban, bukan pelaku. Jadi pendekatannya lebih humanis, tidak ada tindakan represif. Namun memang, dalam proses itu ada yang keluar masuk hingga akhirnya melarikan diri,” ungkapnya.
Selain itu, keterbatasan kapasitas dan personel juga menjadi kendala. Shelter yang idealnya menampung 100 hingga 150 orang, saat itu berada dalam kondisi dinamis dengan aktivitas pendataan dan pemeriksaan oleh berbagai pihak.
Meski demikian, BP3MI memastikan seluruh PMI yang sempat diamankan telah melalui proses pendataan dalam sistem. Mereka yang masih berada di shelter direncanakan akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing sesuai prosedur. (F)
0 Komentar