fn-indonesia.com

Sumber Referensi Terpercaya

Ratusan Warga Pelalawan Demo di Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi TNTN dan Tuntut Kepastian

FN Indonesia Pekanbaru - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat TNTN Kabupaten Pelalawan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026). Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap rencana relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) sekaligus tuntutan atas kejelasan langkah pemerintah. 

Massa yang hadir diketahui berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Desa Kusuma, Segati, Gondai, Lubuk Kembang Bunga, dan Air Hitam. 

Ketua Aliansi, Wandri Saputra Simbolon, menyampaikan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk memastikan langkah konkret yang akan diambil pemerintah terkait persoalan yang dihadapi masyarakat. 

“Hari ini kami ingin memastikan apa langkah nyata dari pemerintah. Ada dua tuntutan utama yang kami sampaikan,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, tuntutan pertama adalah agar pemerintah pusat membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat, minimal melalui pertemuan virtual bersama Sekretaris Kabinet. Sementara tuntutan kedua, pihaknya meminta adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat. 

Menurut Wandri, akan ada tujuh poin kesepakatan yang harus disusun, ditandatangani, dan dideklarasikan secara bersama. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah maupun Satgas PKH dalam menjalankan program, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan. 

Wandri juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah pusat, khususnya Menteri Kehutanan yang dinilai tidak pernah menemui masyarakat untuk berdialog secara langsung. 

“Ini sudah aksi kami yang keenam, tetapi belum ada kepastian. Menteri Kehutanan juga tidak pernah mau berdialog langsung dengan masyarakat,” katanya. 

Ia menegaskan, aksi kali ini direncanakan berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 April 2026. Bahkan, massa tidak menutup kemungkinan akan bertahan lebih lama jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. 

“Kalau belum ada kepastian, kami akan bertahan. Karena ini menyangkut hidup kami,” tegasnya. 

Dalam orasinya, Wandri juga menyoroti kegagalan relokasi sebelumnya di sejumlah wilayah seperti Serapung, Bonai, dan Gondai yang mendapat penolakan dari masyarakat. Ia menilai pemerintah belum melakukan evaluasi menyeluruh, namun tetap mendorong relokasi. 

Selain itu, ia menepis anggapan bahwa masyarakat terdampak merupakan pihak ilegal. Menurutnya, warga memiliki dokumen administrasi lengkap seperti KTP dan KK. 

“Masyarakat di sana memiliki identitas resmi. Jadi tidak tepat jika disebut ilegal,” jelasnya. 

Ia juga mempertanyakan kejelasan program relokasi, termasuk ketersediaan lahan pengganti serta dasar regulasi yang jelas. Hingga saat ini, menurutnya belum ada kepastian mengenai hal tersebut. 

Aliansi mencatat sekitar 50 ribu jiwa terdampak rencana relokasi, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. 

Dalam kesempatan itu, Wandri juga mendorong Pemerintah Provinsi Riau bersama unsur terkait, seperti Kajati, Gubernur, Pangdam, Kapolda, Korwil Satgas PKH, Kabinda, serta perwakilan masyarakat untuk duduk bersama menyusun regulasi yang jelas dan dapat dipatuhi semua pihak. 

“Kami ingin ada kejelasan regulasi, bagaimana bentuknya dan jika memang ada lokasi relokasi, harus ditunjukkan secara terbuka,” tegasnya. 

Di akhir pernyataannya, Wandri meminta pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia, untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan serta mengevaluasi kebijakan yang ada. 

“Kami minta pemerintah melihat fakta di lapangan secara transparan, jangan hanya berpatokan pada aturan tanpa memahami kondisi masyarakat,” tutupnya. (F)

Latest News

Jelang Pemeliharaan Jembatan Siak I dan III, Ditlantas Polda Riau Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jelang Pemeliharaan Jembatan Siak I dan III, Ditlantas Polda Riau Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

FN Indonesia Pekanbaru - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama sejumlah instansi terkait melakukan survei…
BNNK Pekanbaru Edukasi Mahasiswa STIPAR Riau, Dorong Generasi Muda Berani Tolak Narkoba

BNNK Pekanbaru Edukasi Mahasiswa STIPAR Riau, Dorong Generasi Muda Berani Tolak Narkoba

FN Indonesia Pekanbaru – Lingkungan perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi…
Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api dan Pendinginan Dalam Tangani Karhutla di Siak

Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api dan Pendinginan Dalam Tangani Karhutla di Siak

FN Indonesia Siak – Polda Riau memanfaatkan teknologi drone untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan…
Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo

FN Indonesia Karo, Sumut - Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat…
“13 Tahun Cukup!” 150 Pengungsi Afghanistan Desak UNHCR Buka Jalan ke Negara Ketiga

“13 Tahun Cukup!” 150 Pengungsi Afghanistan Desak UNHCR Buka Jalan ke Negara Ketiga

FN Indonesia Pekanbaru - Penantian panjang tanpa kepastian mendorong sekitar 150 pengungsi dan pencari suaka asal Afghanistan…
Police Go To School di Kampar, Kapolres Ajak Pelajar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla Melalui Green Policing

Police Go To School di Kampar, Kapolres Ajak Pelajar Peduli Lingkungan dan Cegah Karhutla Melalui Green Policing

FN Indonesia Bangkinang - Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengajak siswa dan siswi SMPN 1 Bangkinang Kota…
Dampak Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, 15 Jadwal Dibatalkan

Dampak Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, 15 Jadwal Dibatalkan

FN Indonesia Pekanbaru - Sejumlah calon penumpang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru harus…
Karhutla di Dayun Siak Terus Ditangani, Water Bombing hingga Alat Berat Turun ke Lokasi

Karhutla di Dayun Siak Terus Ditangani, Water Bombing hingga Alat Berat Turun ke Lokasi

FN Indonesia Siak - Langka mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang membakar sekitar 10 hektare di Kampung…
Nyalakan Semangat Kebersamaan, Pertamina Patra Niaga Sukseskan Rekor MURI Memasak dengan Bright Gas di Medan

Nyalakan Semangat Kebersamaan, Pertamina Patra Niaga Sukseskan Rekor MURI Memasak dengan Bright Gas di Medan

FN Indonesia Medan -  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sukses menyelenggarakan kegiatan Rekor MURI Memasak dengan…