Jembatan Presisi Polri di SDN 018 Semulut Hampir Rampung, Ancaman Buaya Siswa Segera Berakhir
FN Indonesia Meranti – Pembangunan Jembatan Presisi Polri di SDN 018 Semulut, Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari keempat pengerjaan, jembatan yang menjadi akses vital siswa menuju sekolah ini telah mendekati tahap penyelesaian.
Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Presisi Polri bersama personel Polsek Tebing Tinggi dan Polsek Rangsang Barat, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjamin keselamatan, akses pendidikan, dan social inclusion masyarakat pedesaan, khususnya bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi jalur rawan.
“Selama ini, para siswa terpaksa menggunakan jembatan kayu darurat di atas parit yang diketahui merupakan habitat buaya liar. Dengan dibangunnya Jembatan Presisi Polri, risiko tersebut dapat dihilangkan sehingga aktivitas belajar mengajar berlangsung lebih aman,” tutur AKBP Aldi, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai pemasangan 48 tiang pancang sebagai pondasi utama jembatan kayu. Jalur jembatan juga telah tersambung hingga ke depan teras SDN 018 Semulut.
“Ini merupakan tahap krusial menuju penyelesaian akhir. Besok akan dilanjutkan pemasangan papan jembatan dan diperkirakan progres mencapai 70 persen,” tambahnya.
Pembangunan jembatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Selama ini, pihak sekolah bahkan terpaksa memasang papan peringatan bahaya buaya di sekitar lokasi sebagai upaya antisipasi keselamatan siswa.
Dengan hampir rampungnya Jembatan Presisi Polri, jalur berbahaya tersebut akan ditutup secara permanen dan digantikan dengan akses yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi para pelajar dan warga.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto, kebijakan Kapolri dan Kapolda Riau, serta menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar masyarakat pedesaan.
Polri berharap, keberadaan jembatan ini tidak hanya menghilangkan ancaman buaya liar, tetapi juga menjadi simbol perlindungan, kepedulian, dan pengabdian Polri terhadap masa depan generasi penerus bangsa. (***)
0 Komentar