- Owa Siamang Dijual Rp10 Juta, Polisi Ungkap Jaringan Satwa Dilindungi di Riau
- Polresta Pekanbaru Ungkap Enam Perkara Viral, dari Geng Motor hingga Satwa Dilindungi
- Pesta Narkoba di Baliview Pekanbaru Digerebek, Polisi Amankan Tujuh Orang dan Sejumlah Barang Bukti
- Penerimaan Pajak Riau Capai Rp15,81 Triliun, DJP Apresiasi Sinergi Pemangku Kepentingan
- Terbukti Langgar Kode Etik, Polda Riau Jatuhkan Sanksi PTDH kepada Aipda BS
- Kasus TNTN, Polda Riau Jerat 9 Orang atas Pengrusakan dan Perambahan Kawasan Konservasi
- Terima Tantangan Tanam Pohon, Siswa SMA Raih SIM Gratis dari Kapolda Riau
- Oknum Polisi di Bengkalis Diduga Pesta Narkoba, Kombes Pandra: Proses Hukum Berjalan Tegas
- Kabid Humas Polda Riau Kombes Pandra Temu Ramah dengan Insan Pers, Perkuat Sinergi Informasi
- Polres Kampar Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Perkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial
Dogfight F-16 TNI AU dan F-15 USAF Warnai Latma Cope West 2025 di Langit Pekanbaru

Keterangan Gambar : Foto : Dokumentasi Pen AU Lanud Roesmin Nurjadin
FN Indonesia Pekanbaru - Latihan tempur udara jarak dekat atau dogfight antara jet tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara dan F-15 Strike Eagle dari United States Air Force (USAF) menjadi sorotan dalam rangkaian Latihan Bersama (Latma) Cope West 2025. Kegiatan berlangsung di Military Training Area Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (9/9/2025).

Sejak resmi dibuka, penerbang dari kedua negara langsung mengikuti tahapan latihan taktis yang disusun sistematis. Dimulai dari Basic Fighter Maneuvers (BFM) untuk mengasah kemampuan tempur individu, dilanjutkan Air Combat Maneuvering (ACM) yang menekankan kerja sama tim dalam pertempuran berpasangan maupun kelompok.
Latihan kemudian berlanjut pada skenario Defensive Counter Air (DCA) dan Offensive Counter Air (OCA). Pada skenario ini, Blue Force yang terdiri dari empat F-16 TNI AU bertugas menjaga wilayah udara melalui misi Combat Air Patrol (CAP). Sementara itu, Red Force beranggotakan dua F-15 USAF dan dua F-16 TNI AU melaksanakan misi ofensif menembus pertahanan udara.

Perbedaan karakteristik kedua jet tempur menambah dinamika latihan. F-16 Fighting Falcon TNI AU yang lincah dan gesit berhadapan dengan F-15 Strike Eagle USAF yang unggul dalam kecepatan dan daya jelajah. Kondisi ini memaksa penerbang mengaplikasikan taktik terbaik, seolah menghadapi pertempuran udara sesungguhnya.
Direktur Latihan Cope West 2025 dari TNI AU, Kolonel Pnb Bambang Apriyanto, S.T., menegaskan bahwa latihan bukan hanya uji kemampuan, tetapi juga sarana memperkuat kerja sama.
“Latma Cope West 2025 memberikan ruang bagi penerbang untuk menguji keterampilan, meningkatkan interoperabilitas, serta memperdalam pemahaman taktik udara bersama mitra dari USAF. Inilah wujud komitmen TNI AU untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, menambahkan bahwa kegiatan ini membawa manfaat besar bagi kedua angkatan udara.

“Kami bangga Lanud Roesmin Nurjadin dipercaya menjadi lokasi latihan internasional ini. Dengan latihan bersama, para penerbang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat persahabatan, rasa saling percaya, dan kerja sama strategis antara TNI AU dan USAF,” tuturnya. (F)











