Ambulans Pembawa Pasien Jantung Terbalik Usai Tabrak Truk Trailer di Tol Permai, Tiga Orang Meninggal Dunia
FN Indonesia Pekanbaru - Perjalanan ambulans yang membawa pasien rujukan dari Bagan Siapi-api menuju Pekanbaru berakhir tragis setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Insiden yang terjadi di KM 25+800 B wilayah Kabupaten Siak pada Minggu (7/6/2026) malam itu mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.
Korban meninggal diketahui merupakan dua anggota keluarga pasien serta seorang tenaga kesehatan yang mendampingi selama perjalanan. Sementara pasien jantung yang sedang dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan penanganan di lokasi dan saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
“Petugas langsung melakukan penanganan begitu menerima laporan. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kecelakaan,” ujar Kombes Jeki, Senin (8/6/2026).
Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan ambulans bernomor polisi BM 7113 P tersebut membawa pasien jantung yang dirujuk dari Bagan Siapi-api menuju RS Eka Hospital Pekanbaru.
Menurutnya, kendaraan yang dikemudikan Doni Afrizal (39) melaju dari arah Gerbang Tol Bathin Solapan menuju Pekanbaru. Saat tiba di lokasi kejadian, ambulans diduga kehilangan kendali sehingga menghantam bagian samping kiri sebuah truk trailer yang berada di jalur yang sama.
Benturan keras tersebut membuat pengemudi diduga melakukan manuver mendadak dengan membanting setir. Akibatnya ambulans terbalik dan mengalami kerusakan cukup parah di badan jalan tol.
“Tiga korban meninggal dunia masing-masing Ade Misra (38), Kasih Afrianti (38), dan Winda Handasari (37) yang merupakan perawat pendamping pasien. Sementara Endi (62) mengalami luka ringan,” terang AKBP Eko.
Mendapat informasi kecelakaan, personel Sat PJR segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan arus lalu lintas, serta melaksanakan olah tempat kejadian perkara.
Saat ini penanganan kasus dilanjutkan oleh Unit Laka Lantas Polsek Kandis, Polres Siak. Polisi masih mendalami seluruh faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan, termasuk meminta keterangan dari pengemudi ambulans.
Selain itu, petugas juga tengah menelusuri keberadaan sopir truk trailer yang dilaporkan tidak berada di lokasi setelah kecelakaan terjadi. Kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan keselamatan berkendara di jalan tol, terutama bagi kendaraan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan seperti ambulans pengangkut pasien.
0 Komentar